13.12.06

Ak02.MutiaraRasul.AST

 
Saling Membantu Terhadap Sesama

Rasulullah SAW suatu waktu mendapati seorang tawanan wanita yang tidak punya pelindung. Akhirnya oleh beliau, wanita tersebut mendapat bekal dan makanan. Berkat dakwah yang baik dan sikap saling membantu, anaknya pun akhirnya memeluk Islam

Suatu ketika datang sekelompok pasukan yang dikirim Rasulullah SAW untuk mengambil beberapa orang dari bani Ady bin Hatim. Sementara itu Ady bin Hatim sedang berada di luar kota, tepatnya di Aqrib. Akhirnya pasukan Rasulullah SAW itu membawa beberapa orang bani Ady bin Hatim ke hadapan Rasulullah. Melihat banyaknya orang yang dibawa, Rasulullah SAW kemudian menyuruh salah seorang pasukannya untuk memimpin para tawanan itu berbaris. ”Suruhlah mereka berbaris,” perintah beliau.
“Siap baginda,” jawab salah seorang prajuritnya.
Rasulullah SAW kemudian berjalan mengitari barisan tawanan itu dengan langkah yang berwibawa. Badannya yang tegap dan ditopang wajah yang putih bersih, tampak wajah keteduhan bagi siapa saja yang memandangnya. Tibalah beliau di hadapan seorang wanita tua, ibu dari Ady bin Hatim. Wanita itu langsung menyapa pada beliau.
“Wahai Rasulullah, penolongku entah kemana dan anakku pun tidak ada. Sementara aku, seorang wanita lanjut usia, dan tidak seorang pun yang mengurusi aku. Maka bermurah hatilah kepadaku sebagaimana Allah telah bermurah hati kepadamu.”
“Siapa penolongmu?” Tanya beliau dengan tutur kata beliau santun dan penuh kelembutan.
“Ady bin Hatim,” jawab wanita itu.
“Orang yang lari dari Allah dan Rasul-Nya,” sabda beliau kepada ibu Ady bin Hatim. Tampak wajah beliau berubah memerah, tanda beliau mulai bersikap tegas terhadap siapa pun.
“Bermurah hatilah kepadaku,” rengek wanita itu sambil memegang jubah beliau. Tak lama kemudian wanita melepaskan pegangan pada jubah beliau, sebab beliau kembali berjalan mengelilingi barisan tawanan itu.
Setelah berkeliling, sekarang beliau beserta Ali bin Abi Thalib mendatangi wanita itu. Lantas beliau bersabda,”MIntalah bekal pada sahabatku ini.”
Maka ibu dari Ady bin Hatim kemudian meminta bekal pada Ali bin Abi Thalib. Setelah mendapat bekal berupa uang dan makanan, ibu Ady bin Hatim kemudian diantar pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, tampak anaknya Ady bin Hatim telah berada di dalam rumah. Ibu Ady Hatim kemudian berkata,”Aku telah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan ayahmu. Temuilah beliau, baik dalam keadaan suka maupun terpaksa, karena Fulan bin Fulan pernah menemui beliau dan dia mendapatkan keuntungan dari beliau, begitu pula yang dilakukan orang lain, termasuk aku.”
“Baiklah, kalau itu maumu,” kata Ady bin Hatim pada ibundanya.
Lantas, Ady bin Hatim sebagaimana perintah ibundanya, ia menemui baginda Rasulullah SAW. Saat itu beliau sedang duduk bersama seorang wanita dan beberapa anaknya yang masih kecil. Demikianlah gambaran kehidupan Rasulullah SAW yang begitu merakyat, sekalipun telah menjadi pemimpin umat, beliau bergaul dengan rakyat biasa bahkan dengan anak-anak. Kedekatan antara pemimpin dan rakyat itulah yang membedakan kedudukan beliau tidak sama sebagaimana kedudukan para raja pada jamannya.
Rasulullah SAW melihat kehadiran Ady bin Hatim kemudian bertanya,”Wahai Ady bi Hatim, apakah yang membuat engkau lari jika dikatakan la ilaha illallah. Padahal, memang tidak ada illah (tuhan) selain dari Allah SWT? Apakah yang membuatmu lari, jika dikatakan Allahu Akbar (Allah Maha Besar) ? Adakah sesuatu yang lebih besar dari Allah”
Mendapat pertanyaan yang lumayan berat membuat kerongkongannya kelu, pikirannya buntu dan berat untuk menjawab. Ady bin Hatim diam seribu bahasa. Ia kemudian berkata,”Ya Muhammad, memang benar apa yang engkau katakana. Maka mulai detik ini juga, aku masuk Islam.”
Saat itu juga, wajah beliau berubah berseri-seri. Beliau kemudian bersabda, ”Sesungguhnya orang-orang yang dimurkai adalah orang-orang Yahudi, dan orang-orang yang sesat ialah orang-orang Nasrani.”
Beliau kemudian menyampaikan pujian pada Allah dan melanjutkan sabdanya ,”Amma ba’d. Kalian wahai orang-orang muslim. Hendaklah memberikan bekal pada orang-orang ini.”
Begitulah perintah beliau kepada kaum muslimin dianjurkan untuk membantu terhadap sesamanya, apalagi terhadap mualaf, orang yang baru masuk Islam. Maka kaum muslimin sesuai perintahnya, kemudian memberi bekal pada Ady bin Hatim. Ada yang memberi satu sha’ ada yang satu genggam makanan. Beliau kemudian bersabda, ”Sesungguhnya seseorang diantara kalian akan bertemu dengan Allah SWT, lalu ada penyeru, ’Yang dapat Kukatakan, bukankah Aku telah menjadikanmu mendengar dan melihat? Bukankah Aku sudah menjadikan bagimu harta dan anak? Lalu apa yang kamu bawa? Dia melihat ke depan dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan, dan dia tidak mendapatkan sesuatu apa pun.’ Tidak ada yang selamat dari api neraka kecuali wajahnya. Maka takutlah kalian terhadap api neraka meski hanya dengan separoh korma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka dengan kata-kata yang lembut. Sesungguhnya aku tidak takut kemiskinan yang menimpa kalian. Sesungguhnya Allah benar-benar akan menolong kalian, akan memberikan dan akan menaklukan berbagai negeri kepada kalian, hingga ada sekedup wanita yang mengadakan perjalanan Hairah dan Yatsrib atau lebih jauh lagi, tanpa merasa takut terhadap tindak pencurian terhadap dirinya.”

AST, riwayat Ahmad dan Ath-Thabrany, Majma’ Az-Zawa’id
--------------------------
Kata Mutiara:

“Siapa yang meminta perlindungan atas nama Allah, maka berilah perlindungan. Siapa yang meminta atas nama Allah, maka berilah, siapa yang meminta pertolongan atas nama Allah, maka berilah pertologan, siapa yang memberikan hal yang ma’ruf kepada kalian, maka balaslah. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka berdoalah baginya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah memberikan balasan kepadanya.” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i). Posted by Picasa

4 Comments:

At 2:35 PM, Blogger Yon's Revolta said...

wah ente seorang sufi yah..?

 
At 4:30 PM, Blogger Aji Setiawan said...

Salam kenal sebelumnya,
Saya ini manusia biasa. Tidak pantas menjadi seorang sufi agung yang mengajarkan jalan (tharieqah) kebajikan bagi banyak orang. Ana masih faqier, banyak dosa, sehingga masih banyak belajar dan bimbingan. Kebetulan saja, ana senang menulis, jadi tulisan-tulisan yang berbau keagamaan inilah yang memenuhi ruang blog ini.
Semoga jawaban ini bisa menjelaskan pribadi ana yang lemah dan banyak kekurangan, serta atas perhatiannya saya sampaikan terimakasih...

Aji Setiawan

 
At 7:37 AM, Blogger foens said...

a.wr.wb

Aaaammmiiinnnn........
semoga tulisan-tulisan anda bermanfaat dan dapat membuka pintu-pintu yg tadinya setengah tertutup atau malah terkunci sekalian......
semoga, semakin sering mem-posting aja....
salam kenal, jazakallah...........

wass.wr.wb

 
At 9:51 AM, Blogger agussyafii said...

assalamu'alaikum mas aji..apa kabar?

 

Post a Comment

<< Home